RAGANE PANGUNJUNG KAPING ????

Bagaimana pendapat anda tentang blog ini ?


Rabu, 31 Maret 2010

Analisis penggunaan media pendingin pada proses pendinginan perunggu gamelan Bali

Pembuatan produk Gamelan Bali bertumpu pada proses pengecoran yang selanjutnya dilanjutkan proses penempaan (forging), pelarasan (sruti), dan akhirnya finishing. Dalam aplikasi di lapangan penggunaan media pendingin setelah proses forging masihlah variatif dan pada umumnya pengrajin menggunakan air sebagai media pendingin. Pada penelitian ini akan diangkat masalah seberapa besar perubahan sifat mekanis melalui variasi media pendingin terhadap komposisi Perunggu Gamelan Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis (ketangguhan retak dan struktur makro dan mikro) dari material tersebut. Spesimen uji merupakan hasil coran antara Tembaga dan Timah Putih dengan komposisi 80%Cu – 20%Sn. Untuk mendapatkan spesimen uji dilakukan proses pemesinan, selanjutnya dipanaskan sampai suhu 500°C dengan holding time 60 menit pada tungku listrik, kemudian dilakukan proses pendinginan pada media pendingin air, oli, dan udara. Pengujian ketangguhan retak dilakukan dengan menggunakan mesin uji standard ASTM E 399-9. Kemudian patahan spesimen difoto untuk struktur makro dan mikronya. Dari hasil pengujian dengan variasi media pendingin diperoleh nilai ketangguhan retak pada media pendingin air paling tinggi dan pada media pendingin udara paling rendah.
Kata kunci: Ketangguhan retak, holding time, struktur makro dan mikro, media pendingin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar